Puisi Sedih Saat Turun Hujan | Kata Kata Hujan


Kumpulan Kata - Puisi Sedih Saat Turun Hujan - Kata Kata Hujan | Puisi Romantis Galau Sedih | Puisi Kesepian Patah Hati. pada kesempatan kali ini admin akan memberikan suatu informasi buat anda sekalian yang sedang mencari artikel tentang Puisi Sedih Patah Sata Hujan Turun. memang yang namanya hati pasti kan tidak ada yang tahu, dan tiap hari tentu berubah-ubah rasanya. terkadang hari ini merasa senang, bisa jadi besok merasa sedih dan begitupun seterusnya. dan apasih hubungannya antara Hati dan Hujan? pasti kamu semua bertanya-tanya tentang ini. memang bila saat hujan turun itu suasananya berubah dan terkadang bila hati kita sedang galau. pasti akan mudah sekali kita akan merasakan kesedihan.

Kata Kata Galau Turun Hujan - buat sebagian orang memang hujan merupakan simbol untuk kesedihan, galau dan patah hati. entah kenapa memang beda sekali jika hari-hari biasa dengan saat hujan? pasti kamu semua pernah merenung dan melamun ketika hujan turun bukan? dan terkadang kita sampai terbawa suasana. yang tadinya hujannya diluar rumah eh malah nular ke hujan didalam hati, dan air mata pun ikut-ikutan. suasana inilah yang membuat kita menjadi sedih.

Puisi Sedih Saat Turun Hujan
Puisi Sedih Saat Turun Hujan

Nah, buat kamu semua yang merasakan kesedihan ketika turun hujan berikut akan admin berikan Puisi Sedih Saat Turun Hujan - Kata Kata Hujan :

Ku menangis di saat wajahku basah oleh air hujan...
Agar ku tak tau jika aku lagi menangis......
Menangis karena bahagia atau berduka.......
Karena melihat kau dah tersenyum kembali....
Hati terasa berat tuk melepaskan mu........
Apa dayaku tak bisa memilikimu......
Hanya membuat mu tersenyum d saat berduka.......
Hanya membuat mu tersenyum d saat kau menangis.....
Ku pilihkan kau malaikat yang menjaga senyummu..........
Tetapi hati dan jiwaku menangis melihat mu berdua bergandengan tangan......
Tetapi hati dan jiwaku menangis melihat mu duduk berdua......


-----------------------------------

~~Syair Terakhir~~

Kekasih, andai rembulan malam lusa
Mampu menoktahkan bias-bias sinar di keningmu
Akan kukerahkan penglihatanku tuk menatap Isi matamu dan menerawang setiap lantunmu

Rasanya bibirku kaku untuk sekedar menimang kata
Dan menembangkan syair-syair rayuan di telingamu
Apakah kata-kata yang kurunut ini terlalu lugas
Ataukah hatiku terlalu beku untuk mencairkan kharismamu ?

Disisi peraduanku terselipkan selimut luka
Dimana kau selalu mengambil dan merendam basuh
Lalu kembali menutupkan lembut di atas rasa
Namun selalu saja kuterehkan luka kedua…
Dengan santun, kau berkata,,,
“Luapkan saja luka demi luka,,,
Aku akan selalu membasuh dan membasuhnya…”

Saat hujan meleleh dimataku Kau tegas berujar,,,
“Air itu adalah aku,,, Biar mengalir dan basuh wajah risaumu”
Kekasih,,, enam bintang begitu lampau
Masih ingatkah pijaran pertama di mataku ?
Tarian kilaunya masih sama
Bahkan pijarnya s’makin membara

Andai seuntai bunga adalah purnama
Akan ku kalungkan rangkaian kisah pada tiap titik di bintang ketujuh
Sebab kuyakin kau lah Sang Pengasuh Kekasih,,,
Lagu lama adalah terindah,,,
Sebagaimana cinta pertama dan mutakhir
Mengiang riang sebagai nada pembuncah
Bahkan saat jiwa ini hendak berakhir

Senyummu masih terpampang di wajah lelahmu
Menyanding duduk di samping pembaringanku
Syair apalagi yang bisa kurangkai untukmu
Tak cukup kata dan waktu menggambarkan indahmu,,,

Keluhku,,,
Syair-syairmu adalah permata
Walau hanya satu kata,,,
Bahkan hembus nafasmu adalah Sang Pujangga
Bisikmu di sela telinga kananku,,,
Mataku sayu,,, berat,,,!!! Bibirku merapat
Gelap,,,!!!!

-----------------------------------

Hati terasa tersayat sembilu........
Sangat membekas sakitnya......
Tak rela melihat kau berdua dengannya.....
Tapi apa daya ku tak sanggup memegang hatimu.....
Kuikhlaskan kau bersamanya walau hati terasa perih dan ngilu....
Hanya senyum yang tersirah d wajahku....
Namun hati menangis.......


-----------------------------------

Mengpa hari ini aku hrus kembali
Mengingat mu...
Mengingat smua yang kta lalui
Bersma...
Dan hatiku pun harus kembali menangis Mengpa bgitu sulit melupakan dirimu
Dan smua itu smakin membuat hatiku Sakit. Cinta yang tlah kau twarkan pdaku Membuatku luka
Mengapa dlu kau mencintaiku
Lalu stelah aku mencintaimu
Kau pergi meninggalkan aku..
Pntaskah aku mengingatmu kembali
Stelah apa yang kau lakukan pdaku..?

-----------------------------------

" Wahai Wanita "

Wahai...wanita terpuja ku
Bersandarlah dikau dibahuku
Supaya aku bisa merasakan
getaran kasih sayang dalam kesetiaan
Karena sebenarnya sandaran mu itu
Bagaikan dunia dalam rengkuhan ku
Dan biarkanlah hitam netraku
Menatap tajam dan dalam padamu
Dan biarkan pula puji rayuku
Kepadamu beruntai kata bahasa rindu
Karena bagi diriku..
engkaulah bidadari ratu kalbu
Bertahta di Arasy nurani sukmaku


-----------------------------------

" Pendam Duka "
Diamlah..diam hatiku diam
Seperti gunung yang tetap bungkam
Indah terpandang kejauhan mata
Hati didalam siapa mengira
Tenang..tenang jiwaku tenang
Serupa air mengalir tenang
Tiada mengeluh maupun kesah
Tetap berjalan walaupun pelan
Diamlah ..diam hati ku diam
Pendamlah pendam duka mu dalam
Ukirlah senyum derita dikulum
Walau membara didalam sekam..

-----------------------------------

Gugurnya cinta karena cemburu
Gugurnya iman karena nafsu
Jangalah angkara menguasai hati
Karena dunia tiada abadi
Ingatlah...ingat wahai jiwaku
Permainan dunia nikmatnya semu
Selepas nyawa dikandung badan
Azabnya Allah sangat menyakitkan
Janganlah menyesal dikemudian
Sungguh itu sebuah kesia-siaan


-----------------------------------

Derasnya curah air hujan
Tak mampu menghapus jejak kenangan
Tapak - tapak silam kerinduan
Masih menggurat disudut ingatan
Terkulai layu jiwa didekap kesepian
Gemetar...kedinginan tampa pujaan
Demikian informasi terbaru seputar Puisi Sedih Saat Turun Hujan - Kata Kata Hujan, semoga artikel diatas dapat bermanfaat buat anda sekalian. jadikan ini sebagai inspirasi dan motivasi agar hidup menjadi lebih baik. serta jangan lewatkan juga artikel menarik lainnya mengenai :


Puisi Sedih Saat Turun Hujan | Kata Kata Hujan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: silet ngaret